Tips Mewaspadai Ranjau Darat di Jalur Mudik
Situasi jalan dan lalulintas serta keramaiannya merupakan "ranjau yang berbahaya" bagi pengendara mobil. Bersikap ceroboh sedikit saja atau emosi pengemudi meletup, ritual pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri 1429H pun terlewatkan. Daerah berbahaya (danger zones) ada di mana-mana, tak cuma jalanan sepi, tapi juga kondisi ramai.
Pemicu kecelakaan itu, umumnya disulut oleh kecerobohan pengemudi. Ingin buru-buru sampai ke tujuan, menyalip pun sesukanya. Tak terkecuali di jalan lurus, bahkan di tanjakan maupun turunan, malah di tikungan.
Supaya perjalanan silaturahmi Anda aman dan nikmat, mungkin petunjuk di bawah ini bisa melancarkan sampai ke tujuan.
JALAN LEBARDijumpai akan masuk atau meninggalkan kota. Pengemudi acap terbuai untuk tancap gas. Bila dari depan ada iring-ringan kendaraan, yang perlu dicermati bus dan truk. Mereka menyalip sesukanya dan kalau sudah keluar dari barisan sulit untuk masuk lagi. Bila dari kejauhan tampak bis atau truk sudah menyalip, segera kurangi kecepatan sambil memberi isyarat mainkan lampu.
MENYALIP
Di jalur lurus: bikin jarak 10 sampai 20 meter dengan kendaraan yang akan disalip. Keluarkan bodi sedikit untuk melihat situasi di depan, juga belakang melalui kaca spion luar. Jika aman, kasih sein dan bunyikan klakson sebagai tanda akan menyalip. Perhitungkan juga kendaraan dari arah depan, sebaiknya masih jauh ketika menyusul.
Di tikungan : Jangan sekali-sekali mendahului di tikungan, apalagi jalanannya menurun. Semisal tikungan ke kanan, pas saat menyalip datang kendaraan dari depan. Ketika berusaha untuk masuk ke dalam, bisa-bisa diserundul sama mobil yang disalip. Sedikit lebih aman jika menyalip di tikungan ke kiri. Sekiranya ada kendaraan dari depan, saat masuk ke dalam mobil yang di salip mengarah ke dalam juga. Tapi sebaiknya jangan menyalip di tikungan.
Tanjakan : Tidak dianjurkan menyusul di tanjakan yang situasi di depan tidak diketahui, terutama pagi sampai sore karena sulit mendeteksi kendaraan dari depan.
JALAN HILANG DI DEPAN (CILUBA)Menghadapi jalan tanjakan, untuk mengetahui jalan di depannya ada dua petunjuk. Pertama, bisa mengamati jajaran tiang listrik. kalau setelah titik puncak langsung hilang, berarti menurun lurus. Jika tiangnya ke kiri berarti menikung ke kiri. Seumpama tak ada tiang listrik, bisa memanfaatkan rindangnya pepohonan.
BAHU JALANUmumnyA kondisi jalanan ke luar kota tidak ada trotoar di kedua sisinya. Jangan terlalu pinggir karena bila satu roda sampai terjauh, mobil akan oleng.Apalagi panik, bisa-bisa terguling.
TIKUNGAN NEGATIFUmumnya tidak diketahui pengendara. Cirinya, semisal menikung ke kanan, jalur sisi luarnya (kiri) lebih rendah. Sangat berbahaya jika ketika keluar tikungan roda berada di posisi luar menyebabkan mobil nyelonong.
BERGELOMBANGMelintasi jalan bergelombang angkat pedal gas. jangan tekan pedal rem secara keras bisa bikin mobil menyelonong. Tidak disarankan menyalip, takut-takut mobil berpindah-pindah jalur dan pentalannya cukup kuat.
LUBANGKepergok tiba-tiba, jangan tekan pedal rem keras sampai roda mengunci. Begitu juga roda sampai menabrak lubang, jangan menghindar. Kebetulan ada motor di samping bisa langsung tabrakan. Juga mengerem ketika ban membentur lubang, bisa-bisa suspensi ambrol.
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 April 2011
GENERAL TIPS Periksa Tekanan Angin Ban Anda Secara Rutin
02 July 2009
Tahukah Anda jika tekanan angin ban berkurang secara alami sekira 1-3 PSI tiap bulan? Karena itu periksa ban kendaraan Anda secara rutin minimal 1 bulan sekali.
Tekanan angin yang tepat, berbeda untuk setiap kendaraan, karena itu, berikut tips memeriksa tekanan angin pada ban kendaraan Anda dari Bridgestone.
Tekanan angin ban yang sesuai rekomendasi pabrikan biasanya tertera pada buku manual kendaraan Anda. Antau pada mobil, standar tekanan angin tertulis di stiker yang ada pada pintu pengemudi.
Untuk memeriksa tekanan angin ban, pastikan ban masih dalam keadaan dingin, artinya ban belum bergerak.
Kemudian gunakan alat ukur tekanan angin yang presisi. Masukkan alat pengukur tekanan angin pada pentil ban dengan benar. Lihat berapa tekanan angin yang terdapat pada ban kendaraan Anda. Bila kurang sesuai dengan yang disarankan pabrik, tambahkan, kalau lebih sebaiknya dikurangi.
Setelah itu gunakan air sabun pada pentil ban. Penggunaan air sabun ini untuk mendeteksi apabila ada kebocoran angin melalui pentil. Jika saat air sabun diusapkan pada pentil maka timbul gelembung, maka bisa dipastikan terjadi kebocoran angin ditempat tersebut.
Kalau sudah dicek dengan air sabun, jangan lupa untuk menutup kembali pentil ban Anda dengan baik setelah digunakan. Lalu pastikan dasar pentil bebas dari kerusakan atau kebocoran.
Terakhir, jangan lupa untuk melakukan pengecekan pula pada ban cadangan/serep. Karena jika ban utama mengalami masalah dijalan, ban cadangan inilah yang memiliki peranan sangat vital.
02 July 2009
Tahukah Anda jika tekanan angin ban berkurang secara alami sekira 1-3 PSI tiap bulan? Karena itu periksa ban kendaraan Anda secara rutin minimal 1 bulan sekali.
Tekanan angin yang tepat, berbeda untuk setiap kendaraan, karena itu, berikut tips memeriksa tekanan angin pada ban kendaraan Anda dari Bridgestone.
Tekanan angin ban yang sesuai rekomendasi pabrikan biasanya tertera pada buku manual kendaraan Anda. Antau pada mobil, standar tekanan angin tertulis di stiker yang ada pada pintu pengemudi.
Untuk memeriksa tekanan angin ban, pastikan ban masih dalam keadaan dingin, artinya ban belum bergerak.
Kemudian gunakan alat ukur tekanan angin yang presisi. Masukkan alat pengukur tekanan angin pada pentil ban dengan benar. Lihat berapa tekanan angin yang terdapat pada ban kendaraan Anda. Bila kurang sesuai dengan yang disarankan pabrik, tambahkan, kalau lebih sebaiknya dikurangi.
Setelah itu gunakan air sabun pada pentil ban. Penggunaan air sabun ini untuk mendeteksi apabila ada kebocoran angin melalui pentil. Jika saat air sabun diusapkan pada pentil maka timbul gelembung, maka bisa dipastikan terjadi kebocoran angin ditempat tersebut.
Kalau sudah dicek dengan air sabun, jangan lupa untuk menutup kembali pentil ban Anda dengan baik setelah digunakan. Lalu pastikan dasar pentil bebas dari kerusakan atau kebocoran.
Terakhir, jangan lupa untuk melakukan pengecekan pula pada ban cadangan/serep. Karena jika ban utama mengalami masalah dijalan, ban cadangan inilah yang memiliki peranan sangat vital.
Langganan:
Postingan (Atom)